Motivation Letter
Assalamualaikum wr. wb.
Surat ini saya tulis untuk mengekspresikan bagaimana cara
saya dalam memahami, menerima, dan menyayangi diri saya sendiri. Nama saya
Berliana Dewi Balqis. Saya terlahir dari keluarga mampu dengan ayah saya yang memiliki
latar belakang pendidikan yang kuat. Beliau selalu mendorong saya untuk
menuntut ilmu setinggi-tingginya dengan baik. Oleh karena itu, sejak kecil saya
terdorong untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya sehingga saya dapat meraih
mimpi saya. Saya mencoba menyusun rencana-rencana yang dapat saya lakukan
menuju keinginan saya sejak kecil. Saya mencoba memahami apa dapat saya raih
ketika saya dewasa dan apa saja yang bisa membantu saya untuk meraih mimpi
saya.
Saya akui saya merupakan pribadi yang idealis
dan memiliki ambisi tinggi. Namun, dengan adanya sifat idealis dan ambisius
tersebut tentu dapat membuat saya tertekan dan mengalami stres. Seiring saya
bertumbuh dewasa, semakin saya menemui banyak sekali permasalahan dalam hidup
yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Satu per satu rencana yang sudah
saya buat mulai berubah-ubah bahkan ada beberapa yang tidak terealisasikan. Tentu
saja pengalaman seperti itu membuat saya frustasi. Namun, ada pepatah bahwa dalam
kesulitan pasti ada kemudahan. Saya merupakan sosok yang sedikit tertutup
sehingga saya selalu mencari jalan keluar dari masalah saya secara mandiri. Ketika
saya tidak dapat melakukannya sendiri, barulah saya meminta bantuan orang lain
untuk membantu saya dengan memberi solusi-solusi yang sangat membantu.
Saya memahami diri saya sendiri. Saya mengerti
kekurangan saya dan saya selalu mencoba untuk memahami dan mencari cara untuk
menutup kekurangan saya. Saya memiliki tiga prinsip, yaitu selalu memaafkan
orang lain, selalu bersyukur, dan jangan sombong. Saya rasa, prinsip yang saya
pegang tersebut mampu menjauhkan saya dari sifat-sifat buruk yang pernah ada
dalam diri saya dan mengubah saya menjadi pribadi yang lebih baik.
Seiring saya bertumbuh dewasa, saya belajar banyak
sekali sesuatu yang tidak saya dapatkan secara akademik. Ketika sesuatu yang
terjadi pada saya tidak sesuai dengan yang saya harapkan, saya segera mengubah
rencana saya dan mulai mencari cara untuk mengembangkan diri saya dengan jalan
yang baru. Karena sejatinya, manusia tidak ada yang sempurna. Saya selalu
mengingatkan diri sendiri bahwa semua manusia juga melakukan kesalahan dalam
hidupnya dan bersyukurlah untuk pengalaman tersebut karena dapat dijadikan
pelajaran di kemudian hari sehingga ketika saya menghadapi persoalan yang sama,
saya sudah memiliki gambaran jalan keluar dari masalah tersebut. Demikianlah
cara saya untuk memahami diri saya sendiri.
Melihat kepribadian saya yang idealis, tentu saja saya
tidak pernah terlepas dari stres dan frustasi. Salah satu cara yang saya lakukan
untuk mengatasi frustasi dan stres tersebut yaitu melakukan hobi/kegemaran yang
saya senangi. Saya sangat menyukai musik dan saya merupakan seorang pianis dan
violinis. Saya menggunakan kegemaran saya tersebut untuk mengurangi stres saya.
Ketika saya frustasi, saya mendengarkan lagu atau bermain alat musik. Kegiatan-kegiatan
sederhana tersebut sangat membantu saya untuk mengurangi stres secara mandiri. Karena
saya seorang penggemar musik, tentu tidak lepas dari penyanyi-penyanyi favorit
saya. Saya merupakan seorang penggemar grup musik yang saya rasa musiknya
benar-benar mengajarkan saya untuk menghargai dan menyayangi diri sendiri.
Demikian beberapa cara saya untuk memahami, menyayangi,
dan menerima diri saya sendiri. Saya yakin setiap orang memiliki cara yang
berbeda-beda untuk memahami, menyayangi, dan menerima diri mereka sendiri.
Wassalamualaikum wr. wb.
Komentar
Posting Komentar