Pentingnya Kesadaran terhadap Mental Health di Masa Sekarang
Kesehatan mental adalah tingkatan kesejahteraan psikologis atau ketiadaan gangguan jiwa. Kesehatan jiwa terdiri dari beberapa jenis kondisi yang secara umum dikategorikan dalam 'kondisi sehat’, 'gangguan kecemasan', 'stres', dan 'depresi'. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kesehatan jiwa yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar (Wikipedia, 5 Juli 2020). Namun, sudahkah Kesehatan mental ini tercapai dengan baik? Berdasarkan riset Kesehatan dasar yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sekitar 12 juta penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas menderita depresi. Hal ini menunjukkan perlunya penanganan serius terhadap gangguan mental sejak dini.
Salah satu penyebab meningkatnya
kasus gangguan kesehatan mental ini yaitu semakin majunya teknologi digital dan
perkembangan sosial media. Penelitian yang berjudul “A Tool to Help or Harm?
Online Social Media Use and Adult Mental Health in Indonesia” dalam
International Journal of Mental Health and Addiction menyebutkan bahwa
penggunaan media sosial yang berlebihan berbahaya bagi kesehatan mental karena
dapat menyebabkan depresi, terutama bagi remaja.
Gejala adanya gangguan mental
sering kali terlambat disadari, tidak seperti penyakit fisik pada umumnya.
Gangguan mental dapat berawal dari stres yang diabaikan. Stres yang dibiarkan
tersebut lama kelamaan dapat mengubah kepribadian dan mental orang tersebut
menjadi negatif. Setengah dari penderita
penyakit mental mengalami gangguan mental yang bermula saat remaja, yaitu pada
usia 14 tahun. Tingginya jumlah kasus gangguan mental yang tidak tertangani
menjadi penyebab kematian tertinggi pada pemuda usia 15-29 tahun.
Berdasarkan survei Cigna tahun
2018, hanya satu dari lima responden saja yang meminta bantuan tenaga
profesional seperti psikiater untuk mengatasi stres. Psikiater dapat membantu
dengan konsultasi yang dapat memberikan solusi serta membimbing penderita untuk
mengontrol perasaan.
Namun, stres juga dapat diatasi secara mandiri. Beberapa cara di bawah ini dapat membantu seseorang untuk mengatasi stres secara mandiri.
1. Olahraga
Meluangkan waktu untuk berolahraga dapat membantu seseorang untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
2. Refreshing
Kegiatan refreshing dapat dilakukan dengan berjalan-jalan di ruang terbuka.
3. Meditasi
Meluangkan waktu untuk diri sendiri dengan meditasi 30 menit dalam sehari cukup untuk melakukan meditasi.
4. Senyum
Meskipun terdengar klise, tapi senyuman selalu dapat mengubah dunia menjadi lebih positif. Tak hanya baik untuk diri sendiri, namun juga orang lain.
5. Menyapa Orang
Terdengar sepele, namun menyapa banyak orang dengan sapaan standar seperti ‘Selamat Pagi’ akan meningkatkan kepercayaan diri sekaligus meningkatkan aspek sosial.
6. Jujur
Saat seseorang berbohong, perlahan ia merusak stabilitas emosi diri sendiri dan membentuk sebuah pola mental yang sakit. Menjadi seorang yang jujur selalu dimulai dari diri sendiri, seperti menentukan pilihan ataupun berinteraksi dengan orang terdekat.
7. Bersenang-senang
Carilah hobi positif yang bisa membuat Anda bahagia dan terus bahagia. Jangan malu untuk tertawa lepas, melakukan kesalahan hingga bersikap kekanakan. Tak ada manusia yang sempurna dan semua orang hanya ingin hidup damai dan bahagia.
Gejala-gejala gangguan mental
seperti harus ditangani sejak dini karena tidak dapat hilang dengan sendirinya.
Penderita dapat meminta pertolongan tenaga profesional maupun dapat
menghilangkan stres secara mandiri secara rutin. Gejala-gejala gangguan
kesehatan mental tidak dapat diabaikan begitu saja karena dapat berdampak buruk
di masa depan.
Komentar
Posting Komentar